Tahun Kedua
Chapter 3
“pemuda memang harus mengerjakan
hal-hal yang besar. Terkadang kita yang aktif di organisasi merasa sudah
melakukan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan teman-teman kita yang hanya
kuliah-pulang kuliah-pulang atau yang sering disebut dengan kupu-kupu. Namun jika
kuliah kita keteteran yang harus ada yang diperbaiki. Jangan melulu bangga dengan
pekerjaan-pekerjaan (yang kita anggap) besar, kalau pekerjaan-pekerjaan yang
paling dasar kita keteteran.”
Hari ini senja begitu indah, tak
kuasa ku menahan hasrat untuk mengabadikan cahaya keorange-an yang hendak
pergi itu. Namun apalah daya ciptaan manusia yang tidak bisa mengalahkan
ciptaan Tuhan. Aku hanya mampu menatapnya pergi di jendela asramaku, diiringi dengan
lantunan adzan magrib.
2 desember 2018. Hari ini aku
merenungkan apa yang telah aku dapat di tahun keduaku di universitas tercinta
ini. Aku merasa telah melakukan banyak hal yang besar, melakukan banyak hal
yang membuat diriku puas. Namun kenapa hingga detik ini aku merasa masih ada
sesuatu yang kurang, apakah itu bagian dari sifat kemanusiaanku (?) yang tidak pernah merasa puas.
Aku telah melaksanakan rencanaku
satu tahun yang lalu, yaitu mengikuti BEM dan HIMA. Namun sekarang aku merasa
belum melaksanakan apapun. Ada sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana apapun,
namun tetap sama saja itu bukan menjadikan alasan dasar sikapku sekarang. Terkadang
aku berpikir ingin menjadi orang yang polos ku mulai semua dari awal. Aku ingin
orang tau, kalau aku tidak tau apa-apa. Kadang aku cemburu, aku ingin seperti
mereka, tidak tau tentang sesuatu yang memang sewajarnya belum aku ketahui .sungguh.
Namun apalah daya, siapa aku. Mungkin
Allah terlalu menyayangiku, hingga aku dijauhkan dari hal-hal tersebut, dan membuka mata dan hatiku tentang sesuatu yang ada di sekitarku :) Hmmmm :( aku pengen mengulang semuanya. Tapi
ini bukan saatnya buat aku berkhayal tentang sesuatu yang tidak mungkin untuk
aku dapatkan atau aku lalukan saat ini yang perlu aku lakukan adalah membuat
perencaan baru untuk satu tahun kedepan, supaya hal ini tidak terulang lagi. Supaya
aku bisa menjadi yang lebih baik.
Satu hal yang paling pasti, “ketika
aku berkecimpung di tempat yang berbau politik maka aku harus berani menyatakan
sikapku, siapa aku dan bagaimana pemikiranku. Bukan hanya orang yang pura-pura
polos dan mengikuti arus, dan membiarkan orang memanfaatkan ku untuk
kepentingan yang lain yang tidak ku ketahui apa tujuan dan manfaatnya. Dengan begitu
aku bisa bertahan” itulah pemikiranku sejak awal, Sebenernya dimana pun aku berada pasti menetapkan prinsip seperti itu sii, mungkin orang lain juga
pemikiran yang sama dengan aku, tapi mungkin mereka jauh lebih hebat. Mereka bisa
memiliki pernyataan sikap dan diimbangi dengan idelaisme yang bisa
dipertanggungjawabkan, mereka punya tujuan pasti. Hingga mereka (bisa dianggap) menjadi orang besar bagi sebagian orang.
Namun apalah dayaku, aku hanya
mampu menyatakan sikap, hanya sebatas itu dan membuat orang tidak meremehkanku. Hanya sebatas itu.
Aku tidak mau mejadi orang yang
sudah menyatakan sikap kemudian pergi dan menghidar terdapat sesuatu dan tidak
mampu mengahdapinya, kemudian hanya mampu berkomentar nyinyir di akun sosmed. Tidak.
Itu bukan aku, aku pengen menjadi orang yang tetap didalammnya namun bukan
pemain. Namun tetap punya idealisme walaupun
sederhana yang bisa membuatku bertahan di kehidupan yang kejam ini.
Muak sebenernya dengan semua omong
kosong yang ada disekitarku, namun aku tidak pergi atau menghindar, justru aku
tetap berusaha mendekat. Heuuuu. Munafik mungkiin, tapi itulah aku.
Semoga aku bisa berkontribusi di
tempat yang baru dan ditingkat yang baru tahun depan. Bukan hanya orang yang
berani menyatakan sikap kemudian aku dibenci oleh sebagian orang dan dianggap
mendekati seseorang dengan maksud tertentu. Sungguh, aku bukan bukan orang
seperti itu. Aku tidak ada maksud tertentu, dan aku juga tidak terikat oleh
sesuatu.
Aku pengen dapet ilmu yang lebih di
tahun ketiga ku di sini nanti.
Pertengahan tahun ke dua yang dilema :( semoga mental ini lekas sehat =)
Pertengahan tahun ke dua yang dilema :( semoga mental ini lekas sehat =)


Komentar
Posting Komentar