MY JOURNEY #2
Virus Covid 19
Hai kamu,
Salah satu makhluk kecil ciptaan Tuhan yang saat ini menjadi topik pembicaaraan banyak orang,
Banyak orang yang takut kepadamu,
Banyak orang yang meninggak syahid karnamu pula,
Namun juga banyak orang yang berjuang untuk orang lain supaya sembuh darimu,,
Corona,
Siapakah kamu ini?
Aku yakin, semua akan segera berlalu dengan berjalannya waktu.
Banyak sekali perubahan dalam hidup ku karna viruus Covid 19 ini atau lebih dikenal dengan virus corona. Mulai dari aktivitas sehari-hari sampai hal sesederhana tugas kuliah pun beda. Waktu yang biasa ku habiskan di luar ruangan sekarang hampir 24 ajam aku di dalam kamar, keluar jika memang mengharuskan ekuar atau seperlunya saja. Hari-hari yang biasanya ku jalani di kota solo bersama teman-teman ku sekarang ku nikmati bersama dengan keluargaku di rumah.
Perubahan yang cenderung tiba-tiba ini membuat banyak hal seakan akan tidak biasa. Walaupun kalo dipikir pikir bukanlah tiba-tiba melainkan aku hanya tidak mempersiapkan hal tersebut saja.
Huft,
Bukan hanya aku, banyak orang juga mengeluh tentang perubahan ini, yang 'dianggap' mendadak walaupun sudah ada sirene dari negara lain tentang dampak dan bahayanya virus corona ini. Bukan hanya keluhan dan memakan banyak korban jiwa sajaa yang banyak, perubahan yang 'dianggap' mendadak ini juga memberikan banyak sekali dampak, seperti penuhnya rumah sakit, minimnya persedian masker, hand sanitizer, dan alat pelindung diri lainnya bahkan menyebabkan roda perekonomian di suatu negara menjadi macet salah satunya Indonesia yang nilai 1 rupiahnya sempat mencapai 16.000,00 lebih. Angka oaling tinggi dalam sejarah mungkin, nilai tukar rupiah bisa mencapai setinggi itu.
Dibalik itu semua, ada ribuan jiwa muda yang menjerit jerit,
Alih alih waspada dengan adanya virus corona yang sudah menjadi pandemik. Mahasiswa di pusingkan dengan banyaknya tugas online yang mendadak menghampiri, berharap libur atau kukiah ditunda sampe waktu yang sudah stabil, justu diganti dengan kuliah online. Memang betul memanfaatkan perkembangan teknologi, namun jika kuliah online adalah sebuah dalih untuk menggatikan menjadi tugas online sajaknya kurang betul.
Bukan hanya permasalahan tugas yang banyak, mahasiswa menajdi kesulitan membagi waktu. Bukan hanya itu, namun dalam menghadpi birus corona yang oerlu dipersiapkan adalah bukan hanya sekerdar mencuci tangan saja, namun juga bagaiman kita menjaga imun tubuh kita agar tetap vit. Namun jikalau tugas menumpuk dab menjadi gunung, mahasiswa bukan teler karna virus corona namun karna tugas... Hal ini berlaku pula pada siswa pada jenjang sekolah dasar sampai menengah atas, bahkan taman kanak kanak pun juga diberikan tugas,
Pertanyaannya apakah anak PAUD juga diberikan tugas untuk mengganti pertemuan tatap muka? 🤣🤣
Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Tidak semua hal bisa diatasi dengan doa gaes. Dia itu memang penting, namun doa juga harus diiringi dengan ikhtiar dan tawakal.
Jangan lupa bahagia ditengah-tengah kegelisahan ini
Jaga kesehatan disaat wabah virus corona melanda,
Berdoalah kepada Tuhan agar semua segera usai,
Berusahalah untuk tetap dirumah, dan membatasi berinteraksi dengan orang lain,
Dan yang terakhir setelah semuanya sudah maka semuanya serahkan dan percayakan kepada Tuhan,
Biar waktu yang melewati semua ini,
Yakin bahwa semua akan segera berlalu, dan kita akan menjali rutinitas kita seperti biasa..
Dannn...
Tetap semangaattt!!
:"))))
Komentar
Posting Komentar