Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Tahun Kedua

Gambar
Chapter 3 “pemuda memang harus mengerjakan hal-hal yang besar. Terkadang kita yang aktif di organisasi merasa sudah melakukan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan teman-teman kita yang hanya kuliah-pulang kuliah-pulang atau yang sering disebut dengan kupu-kupu. Namun jika kuliah kita keteteran yang harus ada yang diperbaiki. Jangan melulu bangga dengan pekerjaan-pekerjaan (yang kita anggap) besar, kalau pekerjaan-pekerjaan yang paling dasar kita keteteran.” maka nikmat Tuhan maka yang kau dustakan =) Hari ini senja begitu indah, tak kuasa ku menahan hasrat untuk mengabadikan cahaya keorange-an yang hendak pergi itu. Namun apalah daya ciptaan manusia yang tidak bisa mengalahkan ciptaan Tuhan. Aku hanya mampu menatapnya pergi di jendela asramaku, diiringi dengan lantunan adzan magrib. 2 desember 2018. Hari ini aku merenungkan apa yang telah aku dapat di tahun keduaku di universitas tercinta ini. Aku merasa telah melakukan banyak hal yang besar, melakukan banyak h...

HARI BUKU SEDUNIA

Gambar
"Apakah gunanya seseorang belajar filsafat, satra. teknologi, dan ilmu kedokteran atau apa saja, jika pada akhirnya, ketika ia kembali ke daerahnya ia berkata: Disini aku merasa asing dan sepi!" -WS. RENDRA-    Sepandai apa pun kita, sehebat apa pun kita jangan pernah lupa dari mana kita berasal sebelumnya. Jangan pernah lupa dari mana kita bisa seperti sekarang, dan untuk siapa sebenarnya kita di sini sekarang ini. Begitu pula dengan buku. Secanggih apa pun teknologi namun tidak akan ada yang bisa menggantika atau menghilangkan fungsi dari buku itu sendiri.  Bagaimanapun manusia  masih membutuhkan buku sebagai upaya merangsang kecerdasan dan menumbuhkan kebiasaan positif dengan menyediakan waktu khusus membaca buku. Buku sampai kapanpun akan lebih mendapat nilai sejarah karena pengetahuannya yang tercetak akan tercatat dalam sejarah. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan kulitnya dan manusia mati meninggalkan nama. Jika ia penulis...

IBU

Selasa, 13 Maret 2018 Senyummu membuatku semangat.. Membuatku bahagia.. Membuatku ikut tersenyum sendiri.. Membuat jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya.. Tolong... Jangan pernah berhenti untuk tersenyum.. Jangan pernah berhenti untuk bahagia... Hanya dengan itu.. Aku bisa menyobongkan diri... Karena, Membuat semua orang iri.. Hanya dengan melihat kita.. Garis wajahmu begitu tegas.. Sebuah bahwa engkau telah dewasa.. Namun itu tidak mengurangi kecantikan parasmu. Sedikitpun tidak.. Namun, Menggambarkan sebuah perjalanan panjang.. Yang membawamu kesini.. Bertemu denganku... Yang datang bak malaikat penjaga.. Menjaga tanpa lelah.. Menyayangi dengan sepenuh hati.. Mencintai tanpa pamrih... Dan.. Memberi tanpa meminta.. Karna Allah.. Hanya karna-Nya.. Ibu.... Aku sayang ibu... Sungguh sayang ibu dengan sepenuh hati Sayang,, karena Allah.. Tolong terima ini.. Maafff.. Hanya ini.. Balas,, semua jasa mu.. Kal...

Serpihan Rindu

Gambar
Kartini adalah seorang ibu bagi seluruh rakyat Indonesia. Beliau yang mewariskan banyak budaya, cerita perjuangan yang menginspirasi, keberanian, kepandaian, dan masih banyak lagi. Mungkin di era yang saat ini akan banyak muncul kartini kartini lainnya. Dimana para perempuan berjuang untuk perempuan yang lainnya.  "Tidak ada yang lebih indah ketika kita bisa berbuat baik dan bermanfaat untuk orang lain."  mungkin itulah yang ada dibenak para kartini modern saat ini, ketika mereka masih berjuang untuk emansipasi wanita yang saat ini masih dirasa kurang. Mereka yang ingin memperjuangkan hak-hak perempuan yang merasa kurang saat ini. Mereka yang masih ingin menyamai kedudukan pria, tanpa mereka sadari sebenarnya hal yang tidak boleh atau tidak bisa mereka lakukan adalah suatu usaha, suatu gerakan, suatu bentuk kepedulian, rasa hormat untuk seorang perempuan dari kaum pria.    Tidak ada yang menyadarinya karena terlalu terobsesi untuk menyamai atau melebihi se...